AMBON — Dosen dan mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Kesehatan, Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM), berkolaborasi dalam kegiatan Anticipatory Guidance melalui penyuluhan kesehatan bagi remaja di Kudamati, Ambon, Jumat (15/5/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 12.00 WIT tersebut menyasar remaja usia 13–17 tahun sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan pengetahuan serta kesadaran remaja mengenai kesehatan dan masa depan mereka.
Kegiatan ini mengangkat tema “Penyuluhan Kesehatan pada Remaja Usia 13–17 Tahun tentang Pencegahan Seks Bebas dan Pergaulan Bebas.” Melalui kegiatan tersebut, dosen dan mahasiswa memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga diri, memilih lingkungan pergaulan yang sehat, serta menghindari berbagai perilaku yang dapat memberikan dampak negatif terhadap kesehatan dan kehidupan sosial remaja.
Kolaborasi ini melibatkan tim dosen yang diketuai Ns. Maria M. Goha, S.Kep., M.Kep., bersama anggota Ns. A. Siahaya, S.Kep., M.Kep., Ns. Indah B. Tiwerry, S.Kep., M.Kep., Sp.Kep.A, Ns. Vernando Y. Lameky, S.Kep., M.Kep., dan Ns. Westy Tahapary, S.Kep., M.Kep. Sementara tim mahasiswa terdiri atas Rillian Lei Wakabessy, Jeaniver Laisila, Sarci Ilelapotoa, Julinri Rahanjaan, Viktoria Melsasail, Tira Maitimu, Melzhiord Wattimena, dan Chrestina E. Mularen.
Dalam penyuluhan, peserta memperoleh materi mengenai pencegahan seks bebas, pencegahan pergaulan bebas, risiko penyakit menular seksual, pentingnya menjaga pergaulan, serta cara menghindari perilaku dan lingkungan yang berisiko. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif dengan melibatkan peserta dalam proses diskusi dan tanya jawab.
Antusiasme remaja terlihat selama kegiatan berlangsung. Peserta mengikuti penyampaian materi dan berdiskusi bersama dosen serta mahasiswa mengenai berbagai persoalan yang berkaitan dengan kehidupan remaja. Edukasi tersebut menekankan pentingnya kemampuan remaja dalam mengambil keputusan yang tepat, memilih teman dan lingkungan pergaulan, menggunakan media sosial secara bijak, serta berani menolak ajakan yang dapat merugikan diri sendiri.
Sebagai penguatan pesan edukasi, kegiatan juga menggunakan poster kesehatan sebagai media visual. Poster tersebut memuat pesan untuk menjaga diri, menghindari perilaku berisiko, memilih pergaulan yang sehat, serta membangun kesadaran remaja untuk mempersiapkan masa depan yang lebih baik.
Kegiatan Anticipatory Guidance ini menjadi bentuk nyata kolaborasi dosen dan mahasiswa Keperawatan UKIM dalam menjalankan peran pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui keterlibatan langsung di tengah masyarakat, mahasiswa tidak hanya menerapkan pengetahuan keperawatan yang diperoleh selama proses pendidikan, tetapi juga belajar berkomunikasi dan memberikan edukasi kesehatan sesuai dengan kebutuhan kelompok sasaran.
Dosen dan mahasiswa berharap kegiatan edukasi kesehatan remaja dapat dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan keluarga, sekolah, tenaga kesehatan, dan masyarakat. Sinergi tersebut diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan remaja secara sehat serta membantu mereka mengambil keputusan yang bertanggung jawab.
Melalui kegiatan ini, Anticipatory Guidance diharapkan menjadi langkah preventif dalam membekali remaja dengan pengetahuan, sikap, dan keterampilan untuk menjaga diri serta memilih pergaulan yang sehat. Dengan demikian, remaja dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat, berkarakter, bertanggung jawab, dan memiliki masa depan yang lebih baik.


No comments:
Post a Comment