Notification

×

Iklan

Iklan

Sumah Cs; Berdayakan Jemaat GPM Nusaniwe–Eri melalui Model SMART-IDEAL untuk Pencegahan Diabetes Melitus

| Saturday, August 22, 2026 WIB Last Updated 2026-09-14T14:37:27Z


Ambon, 21 Agustus 2026 – Tim dosen dan mahasiswa Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Pemberdayaan Masyarakat melalui Model SMART-IDEAL dalam Pencegahan Diabetes Mellitus di Jemaat GPM Nusaniwe–Eri”, Jumat, 21 Agustus 2026.

Tim pelaksana terdiri atas Ns. Dene F. Sumah, M.Kep., Sp.Kep.MB. dan L.M. Ivakdalam, M.Si., serta mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Kristen Indonesia Maluku. Kegiatan ini menjadi bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian masyarakat untuk mencegah serta mengendalikan diabetes melitus.

Program dilaksanakan dengan melibatkan Majelis Jemaat GPM Nusaniwe–Eri, pengurus unit pelayanan, kader, dan warga jemaat. Kegiatan diawali dengan sosialisasi untuk membangun komitmen bersama dan menyamakan persepsi mengenai tujuan, manfaat, serta mekanisme pelaksanaan program pencegahan diabetes berbasis gereja.

Dalam kegiatan edukasi, peserta memperoleh penjelasan mengenai konsep dasar diabetes melitus, faktor risiko, tanda dan gejala, komplikasi, pengaturan pola makan, aktivitas fisik, kepatuhan mengonsumsi obat, pengendalian stres, perawatan kaki diabetes, serta pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala. Untuk mengukur perubahan pengetahuan, peserta mengikuti pre-test sebelum penyampaian materi dan post-test setelah kegiatan edukasi selesai.

Selain edukasi, tim dosen dan mahasiswa UKIM memberikan pelatihan pemeriksaan kesehatan sederhana yang meliputi pengukuran kadar gula darah, tekanan darah, berat badan, indeks massa tubuh, dan lingkar perut. Peserta juga dilatih melakukan perawatan kaki diabetes dan menerapkan self-management diabetes dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu inovasi utama yang diterapkan adalah Model SMART-IDEAL. SMART merupakan singkatan dari Screening, Monitoring, Awareness, Referral, dan Training, sedangkan IDEAL terdiri atas Include, Discuss, Educate, Assess, dan Listen. Model ini menekankan deteksi dini, pemantauan rutin, peningkatan kesadaran, sistem rujukan, pelatihan, serta keterlibatan aktif pasien, keluarga, kader, gereja, dan tenaga kesehatan.

Untuk mendukung penerapan program, tim menyerahkan Buku Monitoring Diabetes SMART-IDEAL kepada mitra. Buku tersebut digunakan untuk mencatat perkembangan kondisi kesehatan warga, termasuk hasil pemeriksaan gula darah, tekanan darah, berat badan, indeks massa tubuh, lingkar perut, pola makan, aktivitas fisik, kepatuhan terapi, edukasi yang diterima, jadwal kontrol, dan tindak lanjut pelayanan kesehatan.

Tim juga memperkenalkan instrumen deteksi diabetes melitus Model SMART-IDEAL serta melatih mitra menggunakan alat pemeriksaan berupa Autocheck 3in1 Multi-Monitoring System, tensimeter digital, dan timbangan digital. Melalui pelatihan tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi penerima pelayanan, tetapi juga mampu berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan skrining dan pemantauan kesehatan berbasis komunitas.

 
Tim pelaksana menjelaskan bahwa gereja memiliki posisi strategis sebagai pusat pembinaan dan pemberdayaan masyarakat. Kedekatan gereja dengan keluarga dan warga jemaat dapat dimanfaatkan untuk memperluas edukasi kesehatan, meningkatkan partisipasi dalam deteksi dini, serta mendorong perubahan perilaku hidup sehat secara berkelanjutan.

Keterlibatan mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan UKIM dalam edukasi, pemeriksaan kesehatan, pendampingan peserta, dan pencatatan hasil skrining menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program. Kegiatan ini memberikan pengalaman pembelajaran langsung kepada mahasiswa dalam menerapkan ilmu keperawatan komunitas sekaligus mengembangkan kemampuan komunikasi, edukasi kesehatan, pemeriksaan dasar, dan kolaborasi lintas sektor.

Keberlanjutan program akan dilakukan melalui integrasi kegiatan skrining diabetes ke dalam pelayanan rutin jemaat, penggunaan Buku Monitoring Diabetes SMART-IDEAL secara berkelanjutan, pembentukan sistem pelaporan kesehatan jemaat, serta penguatan kerja sama dengan Puskesmas sebagai pendamping teknis dan fasilitas rujukan.

Melalui penerapan Model SMART-IDEAL, Universitas Kristen Indonesia Maluku berharap Jemaat GPM Nusaniwe–Eri dapat menjadi komunitas yang semakin sadar, terampil, dan mandiri dalam mencegah diabetes melitus. Program ini juga diharapkan dapat dikembangkan sebagai model pelayanan kesehatan berbasis gereja yang dapat diterapkan pada jemaat dan komunitas lainnya di Maluku.

“Kendalikan diabetes, jalani hidup sehat, bersama keluarga, bersama kader, dan bersama gereja.”

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update