Notification

×

Iklan

Iklan

Siahaya cs Ciptakan Program "Trinurix Amale" di Negeri Laha sebagai upaya mendukung penanganan stunting melalui inovasi budaya lokal Maluku dan kemitraan kader Posyandu

| Tuesday, August 11, 2026 WIB Last Updated 2026-09-13T21:55:00Z

 

Ambon, 10 Agustus 2026 - Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) melaksanakan kegiatan "Trinurix Amale" di Negeri Laha sebagai upaya mendukung penanganan stunting melalui inovasi budaya lokal Maluku dan kemitraan kader Posyandu. 
 

Kegiatan dipimpin oleh Alisye Siahaya, selaku Ketua PKM bersama anggota Indah B. Tiwery. Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diberikan edukasi mengenai Isi Piringku, pemenuhan gizi anak, serta pembuatan makanan tambahan berbasis pangan lokal yang mudah diperoleh dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. 
 

Ketua PKM, Alisye Siahaya, menjelaskan bahwa Trinurix Amale diharapkan dapat mendorong keluarga untuk lebih optimal memanfaatkan bahan pangan lokal dalam memenuhi kebutuhan gizi anak. “Kami berharap pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat terus diterapkan oleh keluarga meskipun kegiatan PKM telah selesai,” ujarnya. 
 

Anggota Tim PKM, Indah B. Tiwery, turut berperan dalam pelaksanaan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat. Kegiatan dirancang secara komunikatif sehingga peserta dapat memahami materi sekaligus memperoleh gambaran mengenai penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.



Raja Negeri Laha, M. Yasir Mewar, menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Negeri Laha sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Trinurix Amale. Menurutnya, kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan keluarga dan anak merupakan bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi kepada masyarakat. 
 

Dalam kesan dan pesannya, Raja Negeri Laha menyampaikan bahwa kehadiran tim PKM memberikan manfaat karena masyarakat memperoleh tambahan pengetahuan mengenai pentingnya memperhatikan kebutuhan gizi anak sekaligus memanfaatkan potensi pangan yang tersedia di lingkungan sekitar. 
 

“Kami menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan Trinurix Amale yang dilaksanakan di Negeri Laha. Kami berharap pengetahuan yang telah diberikan tidak berhenti pada saat kegiatan ini selesai, tetapi dapat diterapkan oleh masyarakat dalam keluarga masing-masing, khususnya dalam memenuhi kebutuhan gizi anak. Semoga kerja sama dan perhatian dari perguruan tinggi kepada masyarakat Negeri Laha dapat terus berlanjut melalui kegiatan-kegiatan yang memberikan manfaat nyata,” ungkap M. Yasir Mewar. 
 

Ia juga berharap masyarakat yang telah mengikuti kegiatan dapat membagikan pengetahuan yang diperoleh kepada keluarga maupun masyarakat lainnya sehingga manfaat program dapat menjangkau lebih banyak keluarga di Negeri Laha.Setelah kegiatan PKM selesai, Tim Trinurix Amale berharap masyarakat dan kader Posyandu mampu melanjutkan edukasi serta praktik pemanfaatan pangan lokal secara mandiri sehingga program ini memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi pencegahan dan penanganan stunting di Negeri Laha.
Tim PKM bersama Raja Negeri Laha, M. Yasir Mewar, dan unsur pendukung kegiatan



Ke depan, masyarakat diharapkan mampu menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh secara mandiri, termasuk memilih bahan pangan lokal, mengolah makanan tambahan, menerapkan prinsip Isi Piringku, serta memperhatikan pemenuhan gizi dan tumbuh kembang anak. 
 

Tim PKM juga berharap terbangun keberlanjutan kerja sama antara perguruan tinggi, Pemerintah Negeri Laha, kader, serta masyarakat. Pendampingan dan evaluasi secara berkala menjadi penting untuk melihat sejauh mana pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama kegiatan dapat diterapkan dan memberikan perubahan positif di tingkat keluarga. 
 

Melalui semangat Trinurix Amale, pangan lokal diharapkan tidak hanya dipandang sebagai kekayaan alam dan budaya Maluku, tetapi juga menjadi bagian dari solusi yang dekat dengan masyarakat dalam mendukung terwujudnya generasi anak yang sehat, tumbuh optimal, dan berkualitas.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update