Maluku Tengah – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) melaksanakan kegiatan bertajuk “SIGAP PTM: Sistem Skrining Berbasis Kader Terlatih sebagai Early Diagnosis Penyakit Tidak Menular pada Lansia di Negeri Leinitu, Maluku Tengah” pada Selasa, 8 September 2026, bertempat di Gedung Kantor Negeri Leinitu, Kabupaten Maluku Tengah.
Program PKM ini diketuai oleh Ns. Valensya Yeslin Tomasoa, M.Kep., Sp.Kep.K, dengan anggota Joanna Cristy Patty, S.T., M.Kom. (NIDN 1218039501). Kegiatan juga melibatkan dua mahasiswa, yaitu Syeren Renita Dady (12114201240184) dan Filemon Ohoitur (12114201240228).
Pelaksanaan program bekerja sama dengan Kelompok Kader Posyandu Leinitu yang diketuai oleh Ny. Elsina Tahapary sebagai mitra kegiatan. Kegiatan ini turut mendapat pendampingan dari unsur pemerintah negeri yang diwakili oleh Sekretaris Negeri, Ibu Merry T.
Program SIGAP PTM dirancang sebagai upaya meningkatkan kemampuan kader dalam melakukan skrining awal terhadap faktor risiko dan tanda-tanda penyakit tidak menular (PTM), khususnya pada kelompok lanjut usia. Kader menjadi ujung tombak dalam membantu masyarakat mengenali kondisi kesehatan sejak dini sehingga individu yang memiliki faktor risiko maupun hasil skrining yang memerlukan perhatian lebih lanjut dapat segera diarahkan untuk memperoleh pemeriksaan dan pelayanan kesehatan.
Penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, dan berbagai penyakit kronis lainnya menjadi salah satu tantangan kesehatan pada kelompok lansia. Deteksi dini menjadi penting karena berbagai PTM dapat berkembang tanpa menunjukkan gejala yang khas pada tahap awal. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas kader melalui pelatihan dan penerapan sistem skrining di tingkat masyarakat diharapkan dapat memperkuat kegiatan promotif dan preventif.
Melalui kegiatan ini, para kader dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk mendukung proses skrining kesehatan lansia secara lebih sistematis. Pendekatan berbasis kader juga diharapkan dapat meningkatkan jangkauan pelayanan kesehatan, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan pemantauan kesehatan secara berkala.
Ketua tim PKM, Ns. Valensya Yeslin Tomasoa, M.Kep., Sp.Kep.K, menjelaskan bahwa program SIGAP PTM tidak hanya diarahkan pada peningkatan pengetahuan kader, tetapi juga pada pembentukan mekanisme deteksi dini yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan di masyarakat.
Keterlibatan pemerintah negeri, kelompok kader posyandu, dosen, dan mahasiswa menjadi bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam menjawab permasalahan kesehatan secara langsung. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat peran kader sebagai mitra tenaga kesehatan dalam pemantauan kesehatan kelompok lansia.
Melalui implementasi SIGAP PTM, diharapkan kader Posyandu Leinitu semakin terampil dan mandiri dalam melakukan skrining awal penyakit tidak menular. Program ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran lansia dan keluarga mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin, pengendalian faktor risiko, serta tindak lanjut ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila ditemukan kondisi yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Kegiatan PKM ini menjadi salah satu wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Negeri Leinitu, Maluku Tengah.



No comments:
Post a Comment