Notification

×

Iklan

Iklan

Tingkatkan Kapasitas Kader Posyandu, Goha Cs; Terapkan Inovasi RF-BAJAGA di Kantor Negeri Hative Besar

| Friday, September 11, 2026 WIB Last Updated 2026-09-14T14:44:46Z


Ambon — Upaya meningkatkan kapasitas kader Posyandu dalam mendukung praktik pemberian makan yang tepat bagi balita dilakukan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dengan penerapan inovasi Responsive Feeding berbasis pemberdayaan kader atau RF-BAJAGA di wilayah kerja Puskesmas Tawiri Kota Ambon.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim pengabdian kepada masyarakat dari [Fakultas Kesehatan Program Studi Keperawatan Universitas Kriten Indonesia Maluku dengan melibatkan kader Posyandu sebagai mitra utama. Kegiatan bertujuan memperkuat pengetahuan dan keterampilan kader dalam memberikan edukasi serta pendampingan kepada keluarga yang memiliki balita, terutama terkait praktik pemberian makan yang responsif.

Responsive feeding merupakan pendekatan pemberian makan yang menekankan kemampuan pengasuh dalam mengenali dan merespons tanda lapar serta kenyang anak, membangun interaksi positif, menciptakan suasana makan yang nyaman, dan menghindari praktik pemberian makan secara paksa. Tim pelaksana terdiri dari Westy Tahapry dan Maria M Goha.

Ketua tim pelaksana, Westy Tahapary, menjelaskan bahwa kader Posyandu memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kesehatan kepada keluarga karena berinteraksi langsung dengan masyarakat.

“Kader merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan berbasis masyarakat. Melalui RFP-BAJAGA, kader tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang responsive feeding, tetapi juga dibekali media dan keterampilan praktis agar dapat memberikan edukasi yang lebih terarah kepada keluarga balita,” jelasnya.

Kegiatan dilaksanakan melalui penyampaian materi, diskusi, demonstrasi, praktik, serta simulasi pendampingan keluarga. Materi yang diberikan mencakup prinsip responsive feeding, pengenalan tanda lapar dan kenyang anak, pengaturan frekuensi makan, pemberian makanan selingan, komunikasi positif, pemanfaatan pangan lokal, serta pentingnya menghindari distraksi seperti penggunaan telepon genggam saat anak makan.

Dalam kegiatan tersebut, kader juga diperkenalkan dengan sejumlah perangkat inovasi RFP-BAJAGA, antara lain modul pelatihan, buku saku kader, flipchart edukasi, Standar Operasional Prosedur pendampingan keluarga, dan Kartu Monitoring BAJAGA.

Media tersebut dirancang agar dapat digunakan kader dalam kegiatan Posyandu, kelas ibu balita, penyuluhan, maupun kunjungan rumah. Dengan adanya media yang terstruktur, kader diharapkan dapat menyampaikan pesan kesehatan secara lebih mudah, konsisten, dan menarik bagi keluarga. 
 

 
Salah satu bagian penting dalam kegiatan adalah simulasi penerapan responsive feeding. Kader mempraktikkan cara mengenali tanda lapar dan kenyang anak, memberikan respons yang sesuai, membangun komunikasi positif dengan pengasuh, serta menggunakan media edukasi dalam menyampaikan pesan kesehatan.

Berdasarkan hasil observasi, kader dapat mengikuti simulasi dengan baik dan mampu menggunakan media yang diberikan. Kader juga mampu memperagakan tahapan edukasi serta pendampingan keluarga secara lebih terstruktur.

Pemerintan negeri Hative Besar, melalui sekertaris negeri menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi kader karena materi yang diberikan berkaitan langsung dengan kebutuhan keluarga balita.

“Media dan materi yang diberikan sangat membantu kader dalam menyampaikan edukasi kepada masyarakat. Kami berharap perangkat ini dapat terus dimanfaatkan dalam kegiatan Posyandu dan pendampingan keluarga,” ungkapnya.

Tim pelaksana berharap penerapan RFP-BAJAGA dapat terus dikembangkan melalui pemanfaatan media edukasi, penggunaan Kartu Monitoring, serta pendampingan dan evaluasi berkala bersama pihak Puskesmas. Keberlanjutan kegiatan diharapkan dapat memperkuat peran kader dalam mendukung praktik pemberian makan yang lebih responsif di tingkat keluarga.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, penguatan layanan kesehatan primer, serta pencegahan masalah gizi balita melalui pendekatan edukasi dan pemberdayaan masyarakat.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update